Friday, February 5, 2021

Plastik Kemasan Sering Bocor? Mungkin ini Penyebabnya



Keberadaan plastik kemasan memegang peranan yang sangat penting di era modern ini. Kemasan seperti ini banyak digunakan untuk membungkus berbagai jenis produk yang dijual baik secara online maupun offline. Ada banyak perusahaan startup ataupun perorangan yang memulai bisnis mereka saat ini.

Tidak heran kalau kemudian kebutuhan akan kemasan ini semakin tinggi saja setiap harinya. Namun sayangnya penggunaan kemasan seringkali memberikan Anda permasalahan baru dalam proses produksi yang dijalani. Salah satunya adalah kemasan yang seringkali bocor atau sobek.

Tentu saja hal ini menjadi salah satu kendala yang harus dipikirkan dengan baik. Kemasan yang bocor biasanya membuat produk yang Anda pasarkan menjadi mudah basi dan berkurang kualitasnya. Sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi pemicu kebocoran ini.

Sebagai seorang pedagang yang sering menentukan harga plastik kemasan, tentu saja Anda harus memahaminya dengan baik. Langsung saja, ini dia beberapa hal yang seringkali menjadi penyebab kemasan produk Anda jadi bocor.

Anda Memasukkan Produk Tidak Sesuai Kapasitasnya atau Terlalu Penuh

Kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh pedagang sehingga kemasan menjadi bocor adalah kapasitas kemasan yang tidak sesuai. Misalkan sebuah kemasan dibuat untuk kapasitas penyimpanan sebesar 500 gram. 

Lalu Anda malah memasukkan produk dengan bobot lebih dari 500 gram dan memaksakan kemasan tersebut untuk rapat. Kebiasaan ini tentunya akan membuat kemasan menjadi lebih rentan. Jika bobotnya sudah terlalu melampaui kapasitas jangan heran kalau kemasan akan mudah sobek atau bocor.

Sebaliknya jika produk yang Anda masukkan memang rapuh dan tidak lebih kuat dari kemasan, Mungkin produk Anda akan hancur di dalam kemasan tersebut. Sudah tentu ini merupakan sebuah kerugian yang harus Anda hindari.

Produk Anda Memiliki Sisi yang Runcing

Kesalahan lain yang seringkali membuat kemasan menjadi sobek adalah sisi runcing pada produk. Tidak hanya pada produk-produk yang berat saja, kondisi kemasan robek ini juga bisa terjadi pada produk makanan ringan biasa. 

Contohnya seperti snack yang dipotong dengan bentuk segitiga atau snack dengan bentuk biasa yang patah sehingga memiliki ujung yang runcing. Ujung-ujung snack yang runcing bisa menusuk ke bagian dinding kemasan.

Karenanya bagi Anda yang berjualan produk snack dengan ujung runcing seperti ini sebaiknya memilih kemasan plastik dengan ketebalan di atas rata-rata. Atau bisa juga dengan merubah bentuk snack yang Anda produksi agar tidak runcing bagian pinggirnya.

Proses Packing yang Tidak Sesuai Standar

Penyebab lain yang menjadi pemicu sobeknya jual plastik kemasan adalah proses packing yang tidak sesuai standar. Biasanya hal ini terjadi karena pekerja terlalu kasar saat melakukan packing atau karena kerusakan pada mesin produksi yang membuat kemasan menjadi mudah sobek.

Bisa juga hal ini terjadi karena setting mesin yang salah pada saat Anda melakukan packing atau sealing. Mungkin kecepatan atau suhu dari mesin tersebut terlalu tinggi dan tidak kompatibel dengan plastik yang Anda gunakan. Dampaknya bisa sangat besar terhadap ketahanan kemasan plastik tersebut.

Proses packing standard biasanya harus memenuhi beberapa syarat yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini biasanya dimulai dari pemilihan kemasan yang tepat sesuai dengan jenis dan bobot produk, metode pengepakan yang sesuai standar SOP, serta kemampuan operator dalam melakukan pengemasan itu sendiri.

Kesalahan dalam Memilih Ketebalan Kemasan

Kesalahan lain yang seringkali menjadi penyebab kemasan menjadi sobek adalah ketebalan kemasan yang tidak sesuai dengan bobot. Perlu diketahui, ketebalan plastik ini berkisar antara 0,03 mikron hingga 0,10 mikron.

Semakin besar ukuran mikronnya, tentu akan semakin tebal juga plastik yang Anda pilih. Jangan sampai ketebalan plastik yang Anda beli tidak sesuai dengan tekstur produk yang dimasukkan ke dalamnya karena hal ini bisa berdampak buruk terhadap kualitas barang dan keamanan plastik kemasan itu sendiri dari resiko sobek.

Tuesday, September 29, 2020

Plastik Kemasan Keripik Ubi

 



Siapa yang tak suka dengan camilan ringan keripik ubi yang memiliki rasa aneka macam, mulai dari manis, asin, hingga pedas? Citra rasa yang membuncah dan menggoyang lidah ini patut diperhitungkan dalam usaha kuliner camilan. Namun, untuk membuat suatu usaha kuliner tidak cukup dengan memiliki citra rasa yang nikmat, tetapi juga perlu suatu packing atau kemasan yang menarik sehingga membuat produk memiliki branding yang menarik dan meningkatkan penjualanan. Sama halnya dengan plastik kemasan keripik ubi yang saat ini banyaknya jenis kemasan plastik keripik ubi yang beredar di tengah-tengah masyarakat, bertujuan sebagai wadah atau kemasan camilan tersebut.dan branding produk tersebut.

Maka tak heran jika banyak orang yang menjual produk ini dengan rasa yang sama. Namun, memiliki kemasan yang berbeda-beda untuk menonjolkan branding produk masing-masing yang tujuannya untuk membedakan antarprodusen. Ibaratnya seenak apapun keripik ubi Anda, tetapi jika tidak memiliki kemasan/waddah yang menarik maka produk tersebut akan kalah saing dengan yang memiliki paket lengkap, yaitu mulai dari kemasan yang menarik, citra rasa yang lezat, dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa ada berbagai jenis jual plastik kemasan yang dapat digunakan untuk mengemas keripik ubi. Pemilihan kemasan tersebut, jangan sampai salah dan tidak tepat. Pasalnya, apabila pemilihan kemasan yang tidak tepat akan memengaruhi produk yang ada di dalamnya, seperti akan mudah basi, mudah hancur, dan sebagainya.

Untuk mengetahui plastik kemasan keripik ubi yang sering digunakan oleh produsen, berikut :

1.    Kemasan Polypropylene

Camilan ringan ini, umumnya dapat dikemas rapi menggunakan kemasan plastik Polypropylene yang memiliki ketebalan 0,10mm yang membaut kemasan tidak mudah bocor. Pasalnya, apabila plastik bocor akan membuat keripik menjadi melepem dan tidak renyah lagi. Plastik kemasan jenis ini mampu bertahan hingga 6 bulan dari tanggal produksinya asal tidak terjadi kobocoran atau sobek dan disimpan pada suhu ruangan normal. Umumnya ukuran kemasan teridri atas beberapa macama dengan berat Netto 100, 250, hingga 500 gram. Oleh sebab itu, pemilihan kemasan harus sesuai dengan kebutuhan produk.

2.    Kemasan Standing Pouch Zipper

Plastik kemasan standing pouch dengan zipper juga masih menjadi andalan untuk mengemas keripik ubi. Paslanya, kemasan ini memiliki bentuk yang menarik sehingga produk bisa diletakkan berdiri. Terlebih jika dilengkapi dengan desain gambar dan warna yang eye catching sehingga akan mudah menarik perhatian konsumen. Fungsi dari zipper pun sangat bermanfaat karena dapat menutup kemasan apabila produk keripik ubi masih tersisa, tetapi sudah kenyang. Maka fungsi zipper sangat membantu untuk mencegah udara masuk ke dalam kemasan. Namun, tentu saja perihal harga keripik ubi yang menggunakan kemasan standing pouch zipper sedikit lebih mahal dibandingkan dengna yang lain. Walaupun demikian, kualitas dan citra rasa tidak perlu dikhawatirkan.

 

3.    Vacuum Pack

Jenis kemasan plastik vacuum pack juga digunakan untuk mengemas kemasan keripik ubi. Vacuum pack digunakan karena keripik ubi butuh kemasan yang minim udara agar tidak terjadi penurunan kualitas produk menjadi melempem atau alot. Oleh sebab itu, kemasan jenis ini sangat membantuk untuk menjaga kualitas tersebut. Mengingat kemasan vacuum pack akan mempres sedemikian rupa hingga udara yang berada di dalam plastik sepenuhnya kelua

Itulah beberapa plastik kemasan keripik ubi yang sering kali digunakan oleh produsen camilan. Pemilihan plastik kemasan perlu dilakukan secara tepat. Pasalnya, selain berfungsi sebagai wadah, tetapi juga berfungsi  sebagai branding dari produk yang dipasarkan kepada konsumen.

Plastik Kemasan Sering Bocor? Mungkin ini Penyebabnya

Keberadaan plastik kemasan memegang peranan yang sangat penting di era modern ini. Kemasan seperti ini banyak digunakan untuk membungkus be...