Keberadaan plastik kemasan memegang peranan yang sangat penting di era modern ini. Kemasan seperti ini banyak digunakan untuk membungkus berbagai jenis produk yang dijual baik secara online maupun offline. Ada banyak perusahaan startup ataupun perorangan yang memulai bisnis mereka saat ini.
Tidak heran kalau kemudian kebutuhan akan
kemasan ini semakin tinggi saja setiap harinya. Namun sayangnya penggunaan
kemasan seringkali memberikan Anda permasalahan baru dalam proses produksi yang
dijalani. Salah satunya adalah kemasan yang seringkali bocor atau sobek.
Tentu
saja hal ini menjadi salah satu kendala yang harus dipikirkan dengan baik.
Kemasan yang bocor biasanya membuat produk yang Anda pasarkan menjadi mudah
basi dan berkurang kualitasnya. Sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi pemicu
kebocoran ini.
Sebagai
seorang pedagang yang sering menentukan harga plastik kemasan, tentu saja
Anda harus memahaminya dengan baik. Langsung saja, ini dia beberapa hal yang
seringkali menjadi penyebab kemasan produk Anda jadi bocor.
Anda Memasukkan Produk Tidak Sesuai
Kapasitasnya atau Terlalu Penuh
Kesalahan
pertama yang sering dilakukan oleh pedagang sehingga kemasan menjadi bocor
adalah kapasitas kemasan yang tidak sesuai. Misalkan sebuah kemasan dibuat
untuk kapasitas penyimpanan sebesar 500 gram.
Lalu
Anda malah memasukkan produk dengan bobot lebih dari 500 gram dan memaksakan
kemasan tersebut untuk rapat. Kebiasaan ini tentunya akan membuat kemasan
menjadi lebih rentan. Jika bobotnya sudah terlalu melampaui kapasitas jangan
heran kalau kemasan akan mudah sobek atau bocor.
Sebaliknya
jika produk yang Anda masukkan memang rapuh dan tidak lebih kuat dari kemasan,
Mungkin produk Anda akan hancur di dalam kemasan tersebut. Sudah tentu ini
merupakan sebuah kerugian yang harus Anda hindari.
Produk Anda Memiliki Sisi yang Runcing
Kesalahan
lain yang seringkali membuat kemasan menjadi sobek adalah sisi runcing pada
produk. Tidak hanya
pada produk-produk yang berat saja, kondisi kemasan robek ini juga bisa terjadi
pada produk makanan ringan biasa.
Contohnya
seperti snack yang dipotong dengan bentuk segitiga atau snack dengan bentuk
biasa yang patah sehingga memiliki ujung yang runcing. Ujung-ujung snack yang
runcing bisa menusuk ke bagian dinding kemasan.
Karenanya
bagi Anda yang berjualan produk snack dengan ujung runcing seperti ini
sebaiknya memilih kemasan plastik dengan ketebalan di atas rata-rata. Atau bisa
juga dengan merubah bentuk snack yang Anda produksi agar tidak runcing bagian
pinggirnya.
Proses Packing yang Tidak Sesuai Standar
Penyebab
lain yang menjadi pemicu sobeknya jual plastik kemasan adalah proses packing
yang tidak sesuai standar. Biasanya hal ini terjadi karena pekerja terlalu
kasar saat melakukan packing atau karena kerusakan pada mesin produksi yang
membuat kemasan menjadi mudah sobek.
Bisa juga hal ini terjadi karena setting mesin yang
salah pada saat Anda melakukan packing atau sealing. Mungkin kecepatan atau
suhu dari mesin tersebut terlalu tinggi dan tidak kompatibel dengan plastik
yang Anda gunakan. Dampaknya bisa sangat besar terhadap ketahanan kemasan
plastik tersebut.
Proses
packing standard biasanya harus memenuhi beberapa syarat yang sudah ditetapkan
oleh perusahaan. Hal ini biasanya dimulai dari pemilihan kemasan yang tepat
sesuai dengan jenis dan bobot produk, metode pengepakan yang sesuai standar
SOP, serta kemampuan operator dalam melakukan pengemasan itu sendiri.
Kesalahan dalam Memilih Ketebalan
Kemasan
Kesalahan
lain yang seringkali menjadi penyebab kemasan menjadi sobek adalah ketebalan
kemasan yang tidak sesuai dengan bobot. Perlu diketahui, ketebalan plastik ini
berkisar antara 0,03 mikron hingga 0,10 mikron.
Semakin
besar ukuran mikronnya, tentu akan semakin tebal juga plastik yang Anda pilih.
Jangan sampai ketebalan plastik yang Anda beli tidak sesuai dengan tekstur
produk yang dimasukkan ke dalamnya karena hal ini bisa berdampak buruk terhadap
kualitas barang dan keamanan plastik kemasan itu sendiri dari resiko
sobek.

No comments:
Post a Comment